Journal, Review, and Inspiration

Journal, Review, and Inspiration

Monday, August 29, 2016

BAZAAR ART JAKARTA 2016 ( I'VE BEEN REFRESHED !!!)

Bazaar Art Jakarta 2016, oleh Harpers Bazaar, merupakan event seni pertama dan terbesar di Indonesia . Sebenarnya sudah dilaksanakan setiap tahun sejak tahun 2009, cuma saja saya baru tahun ini bisa datang ke Bazaar Art Jakarta yang di gelar di Ballroom Pasific Place Ritz Carlton, Jakarta.


                                                              (Eko Nugroho; 2016)
Sejak pertama saya menginjakan kaki di Pasific Place, saya langsung disuguhi karya seni raksasa milik Eko Nugroho, lukisan-lukisan tersebut di pajang dalam bentuk lampion, terinstalasi tepat di tengah-tengah mall tersebut. Eko Nugroho sebenarnya merupakan seniman asal Yogyakarta yang sudah sejak lama berkarya, hanya saja awam seperti saya dan sebagian besar orang diluar sana mungkin mengenal karyanya lewat film Ada Apa Dengan Cinta 2 yang laris manis itu . Bagi saya karya seni milik Eko Nugroho sendiri merupakan karya yang kaya pesan, menyerap fenomena politik dan budaya disekitarnya lalu kemudian menuangkannya dalam karya seni instalasi yang penuh warna, memikat, dan membuat saya  ingin mengenal lebih jauh lagi karya-karyanya yang lain. 

Memasuki venue utama kita akan disuguhi gamelan jawa yang dapat bermain sendiri, kalau saya boleh berkomentar, serupa robot gamelan. Kemudian di samping gamelan 'mistis' tersebut terdapat sebuah booth, tempat melakukan registrasi, setelah melakukan registrasi kita akan mendapatkan sebuah katalog tebal, dan eksklusif berisikan informasi mengenai karya seni yang ditampilkan di sana. Tahun ini, Bazaar Art Jakarta diikuti oleh 42 galeri seni dari berbagai negara di dunia, termasuk salah satunya lukisan dari galeri Sotheby’s, Hongkong. 

(Affandi; Sun, Feet and Hands; 1979)

Salah satu yang menarik perhatian saya dan banyak orang tentunya adalah lukisan karya Affandi yang kini berada di  galeri Sotheby's Hongkong, dimana dalam Bazaar Art kali ini turut dipamerkan. Karyanya berjudul 'Sun, Feet, and Hands' (1979). Dalam menikmati sebuah karya setiap orang pasti punya terjemahannya sendiri-sendiri. 

Bagi saya ketika  berlama-lama berdiri di depan lukisan ini, saya merasa Affandi berpesan pada penikmat karyanya, bahwa Akal merupakan pusat kehidupan kita sebagai manusia, tangan dan kaki merupakan alat untuk mentransformasikan apa yang ada dalam alam pikiran ke alam realita. Akal adalah pusat tata surya-nya manusia. keutamaannya disimbolkan dalam warna kuning emas sedangkan pendaran warna jingga besar dibelakangnya mengibaratkan pengaruh yang luar biasa pada kehidupan kita. kemudian sepasang kaki dan tangan berwarna hitam sebagai 'jalan-nya' untuk sampai ke dunia nyata kemudian bertapak pada realitas yang disimbolkan dengan guratan-guratan hitam di bawah kaki yang mecakar-cakar. Sepintas mungkin seperti cakar ayam, tapi ternyata sungguh dalam maknanya.

 (Dani "king" Heriyanto)
Selain Lukisan legendaris karya Affandi, saya juga melihat beberapa lukisan yang menarik. Tidak menarik bagi saya bukan berarti tidak bagus, maafkan ilmu dan rasa seni saya yang mungkin masih terlalu cetek ini, tetapi ada beberapa lukisan yang secara pribadi saya suka, dan bikin saya penasaran. Sebenarnya, pesan apa yang hendak disampaikan oleh si empunya lukisan. salah satunya milik Dani "king" Heriyanto yang berjudul 'Keindahan, Keseimbangan dan Kesempurnaan' milik Art Front Gallery, Singapore. 

Jika dilihat dari warna, lukisan ini di dominasi oleh warna Favorit saya, warna-warna netral seperti abu-abu, hitam dan putih. Warna abu-abu, hitam dan putih pun merupakan komposisi yang pas untuk sebuah gambaran Keindahan, Keseimbangan, dan Kesempurnaan. 

Pada lukisan tersebut digambarkan seorang perempuan berambut pendek yang terlihat lesu memandangi batu-batu yang ditumpuk diatas tangannya, semakin dilihat kenapa pula saya merasa kasihan, demi mendapatkan sebuah gambaran keindahan, wanita tersebut mungkin harus meletakan tumpukan batu itu diatas tangannya kemudian harus menjaga keseimbangan tersebut. Apa memang begitulah syarat sebuah kesempurnaan, haruslah terlihat indah dan seimbang. Lalu kenapa pula terlihat lesu? Ah, entahlah. Mari kita tengok karya-karya yang lain.

Sebenarnya kedatangan saya ke Bazaar Art Jakarta ini salah satunya demi melihat karya salah satu photografer favorit saya, Anton Ismail. Satu diantaranya adalah lukisan poto yang berjudul 'Keluar, Tumbuh, Liar'. Mungkin kalau melihat karyanya untuk pertama kali kesannya, sembarangan banget sih, poto, gunting tempelin poto lagi, tempel, selesai. Dulu, saya juga mikirnya begitu. Makin sering dan bervariasi karyanya yang saya lihat ternyata memang "sembarangannya" ini yang tetap konsisten. dan medianya bisa apa saja, lukisan, poto, bahkan pada dua gundukan beras yang ikut dipamerkan dalam Bazaar Art ini. 

Buat saya karyanya itu selalu 'rough' dan 'meaningful'. Dalam setiap karyanya, pesan itu akan muncul dengan jelas. Kalau kepribadian bisa di lihat dari sebuah karya, maka mungkin beliau ini pribadi yang straight to the point. Seperti yang terlihat dalam  'Keluar, Tumbuh, Liar' ini. Buat saya karyanya kali kental dengan nuansa perempuan, feminism, atau mungkin mungkin beliau menyebutnya 'titiesm'  karena dalam empat foto lainnya memang banyak ditemukan objek tersebut. haha i truly dont know how to name it, but sure i sense it. Secara kasat mata kita bisa melihat ada bayang-banyang orang suci yang menutupi bagian-bagian vital perempuan tersebut dengan bunga-bunga atau mungkin tujuan bunga itu bukan menutupi, malah merupakan simbol tumbuh liar itu sendiri dan bahagilah karena yang bertumbuh itu anugrah yang maha suci. Once again, its up to you, yang menikmati karya ini.

Memang mungkin begitulah kaya seni, tidak untuk dipahami semua orang, atau emang memahami karya seni itu bukan sesuatu yang harus diartikan dengan mutlak. Setiap individu penikmatnya punya pandangannya sendiri, punya rasa yang berbeda. Bagi seniman karya seni merupakan media untuk menyampaikan sebuah pesan, mereka bercerita lewat cahaya, bercerita lewat warna, lewat suara, bahkan lewat benda-benda, bebas sesuka hati mereka.  Bagi penikmat seni, hakikat kita adalah menikmati karya-karya mereka dengan bebas dari sudut mana pun yang ingin kita lihat. 

Terima Kasih Harper's Bazaar for Refresh my borring soul. Sungguh dahaga memang terasa manis setelah minum seteguk air.

(bersama Anton Ismail; Black Squad!)

Beberapa Kaya-karya menarik yang ditampilkan dalam Bazaar Art Jakarta 2016 
(Baby Ballet; Yi Hwan Kwon)


(Till Death Do Us Part; Djoko Hartanto)


(By Misako Taekagi ; made from clay, wooden, rock)












Friday, August 26, 2016

NONTON TEATER BUNGA PENUTUP ABAD

Bunga penutup abad merupakan karya adaptasi dari buku Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa karya Pramoedya Ananta Toer. Sebenarnya buku-buku ini merupakan tetralogy, setelah Anak Semua Bangsa ada juga Jejak Langkah dan Rumah Kaca, namun teater Bunga Penutup Abad ini hanya mengisahkan dua buku awal. Tokoh Nyai Ontosoroh diperankan Oleh Happy Salma, Minke Oleh Reza Rahardian, Annelies oleh Chelsea Islan, dan Jean Marais oleh Lukman Sardi.

Ketika saya tau bahwa Reza Rahardian yang memainkan Tokoh Minke ini, dalam hati saya bertanya, tidakkah Reza Terlalu “Indo” untuk memainkan peran seorang pribumi? Karena terus terang setiap pembaca Pramoedya pasti punya bayangan sendiri bagaimana sosok Minke, dan saya membayangkan seorang pria manis rupawan dengan kulit sawo mateng berusia 18 tahun. Does Reza fit in, I don’t know. Kemudian  ada Sosok Annelies yang diperankan Chelsea Islan, sangat pas untuk penggambaran seorang Indo yang begitu cantik hanya saja, sebagai penonton awam, tentu saya bertanya-tanya bagaimana aktingnya ketika bermain teater, mengingat Chelsea yang saya kenal dari media adalah seorang bintang film yang memulai karirnya bukan dari pemain teater. Untuk seorang Happy Salma, saya tidak meragukan apapun, saya memang ingin melihat dia bermain sebagai Nyai Ontosoroh yang tersehor itu mengingat Happy Salma bukan pemain baru di dunia teater.
Ketika tirai dibuka, sekejap itu juga penonton hening, semua mata tertuju pada Reza Rahardian sebagai Minke yang sedang membaca surat dari Panji Darman tentang keadaan Annelies nun jauh di negeri Belanda, entah saya berlebihan atau tidak, detik-detik awal ketika tirai terbuka dan lampu panggung mulai menyala saya melihat dada yang di balut jas hitamnya turun naik begitu ketara pertanda jantungnya berdegup kencang (well I sit in the front row, so I think I can see clearly). Kemudian Lantang suara dan khas aksen jawanya terdengar, ditemani Happy Salma yang duduk anggun dengan mimik muka tegang, lalu menjelmalah keduanya sebagai Minke dan Nyai Ontosoroh, monolog demi monolog, dialog demi dialog.
Sungguh bukan kerja gampang memainkan teater dengan monolog yang panjang-panjang, tapi secara keseluruhan semua bermain bagus, bermain teater membutuhkan artikulasi jelas, mimik muka dan gesture tubuh dramatis, dan tentu saja penghayatan. Tidak sama dengan film dimana mimik muka bisa terlihat jelas dengan zoom in kamera, bisa dilakukan take berulang-ulang, disitulah kenikmatan menonton teater. Energi si pemain, penghayatan, dan spontanitas menjadi magnet tersendiri bagi para penonton dan Reza, you did it well, saya sampai lupa bahwa sebelum menonton saya sempat ragu apakah Reza cocok dengan karakter Minke ini.
Saya paling penasaran dengan penampilan Chelsea Islan, jujur, saya suka. Memang cocok Chelsea memerankan Annelies yang cantik jelita, manja, dan dimabuk cinta. Ternyata Chelsea punya artikulasi suara yang jelas dan merdu, you nailed it Chelsea.
Happy Salma sebagai Nyai Ontosoroh, dari yang bisa saya rasakan, saya kira Happy salma memiliki kecintaan pada sastra karya Pramoedya ini mungkin jauh sebelum proyek teater ini. Begitu menyatu, Nyai Ontosoroh, seorang pribumi, cantik dengan kulit sawo matang, berusia tiga puluhan, sungguh pas. Terasa sekali dominsinya sebagai seorang Nyai Ontosoroh yang “berkarisma” saat adegan demi adegan dengan Reza dimainkan. Minke yang labil tapi cerdas, Minke yang masih sangat muda, Minke yang Jatuh cinta. Oh iya  Lukman Sardi. rasanya tak perlulah saya berkomentar untuk seorang pemain watak sekelas Lukman Sardi. Beliau memerankan Jean Marais, seorang pelukis prancis yang pincang, mungkin adegannya tak sebanyak Happy Salma, atau Reza Rahardian, namun karakter Jean ini sungguh penting sebagai penjembatan satu cerita dengan cerita lainnya, satu adegan dengan adegan lainnya.
Wawan Sofyan sebagai sutradara dan penulis sekenario merupakan pengapresiasi karya Pramoedya sejak dulu, terbukti dengan karya-karyanya sebelum ini seperti ‘Mereka Memanggilku Nyai Ontosoroh’. Beliau membuat Plotnya yang maju-mundur, namun tetap enak di tonton tidak membingungkan, lebih dari itu Wawan Sofyan mampu menjembatani menciptakan alur yang kompleks monolog-monolog yang menarik namun tetap dengan khas Pramoedya yang tak hilang dari setiap adegan. Satu hal lagi yang membuatnya istimewa, pementasan teater ini menggunakan live orchestra yang merdu, jernih dan rapih.

Pada akhirnya penyuka Pramoedya atau bukan, pencinta teater atau bukan, tidaklah rugi menonton pertunjukan teater ini, rasa-rasa sebagai penyejuk batin yang sudah kering. 

25 Agustus 2016 (Perempuan Akhir Abad)





















Wednesday, April 29, 2015

START OVER AGAIN

Sejak awal Novemver 2014 lalu aku memulai gaya hidup baru yang aku harap lebih sehat. Releted with my last post. Salah satu bentuk penghargaanku sama diri sendiri ya ini, take care my self as best as i can. Bukankah sebagai seorang muslim pun sudah jadi kewajiban kita, bersyukur dengan cara menjaga baik-baik apa yang sudah Tuhan beri buat kita, dan salah satu nikmat yang paling mahal dan kadang suka lupa kita jaga adalah nikmat sehat. Jadi, marilah kita ikhtiar menjaga kesehatan kita sebaik mungkin, supaya kita juga bisa hidup dengan lebih bahagia dan berkualitas. I am not an expert, but i am here to share. So, lets start 

1.    Ask yourself what is your reason to start over
Nah, ini jugalah hal pertama yang aku tanyakan pada diri sendiri saat memulai untuk hidup dengan lebih baik. Alasan pertamaku dulu sungguh sangat shallow, tapi inilah kenyataannya, and it’s okey, ini membuktikan bahwa kita berproses, dan nikmatilah prosesnya.alasanku adalah aku ingin tubuhku tampak ideal, karena sudah sejak lama aku strugling dengan kelebihan berat bedan. Sempat ideal kemudian kembali bertambah setelah aku berhenti diet.
Alasan itu cuma bertahan satu hari di tempat fitness, karena ketika pertama kali latihan dengan supervisi personal trainer, i make some sweat, push the limit, and feel different sensation  when i set a new score, at that time i am officially addicted with body workout. And after that day, my reason to start over is to make the best version of myself, stronger, healthier, and  happier. Tubuh yang langsing, berat badan yang ideal semua itu adalah bonus dan bukan tujuan utama. Lalu tidak salah kan kalau kita mencoba untuk olah raga, makan yang bernutrisi dan merubah pola hidup, lah wong bonusnya juga menggiurkan tho?  
Jadi, think! Dan jadikan alasan mengapa kamu memulai awal baru ini sebagai sebuah mindset yang akan merubah keseluruhan pola hidup kamu. So lets do this!

2.   Knowing Your Self
Pola hidup sehat ini terdiri dari beberapa hal utama, pertama, olahraga yang teratur. Kedua, pola makan yang sehat dan bernutrisi. Ketiga, istirahat yang cukup. Yang kepingin aku wanti-wanti banget di sini adalah bahwa setiap orang itu berbeda. We are unique as we are, jadi hargailah keunikan itu. Maksudku adalah bahwa mungkin saja pola latihan satu orang dengan orang yang lain berbeda, pola makan sehatnya pun berbeda tergantung selera dan mungkin saja ada keterbatasan-keterbatasan medis yang menjadi alasannya. Contoh;

Pola latihan (Olahraga)
Aku lebih suka pola latihan total body workout dengan alat-alat fitness, dan segala variasinya, sedikit gymnastic sesuai kebutuhan. Selain itu aku suka kelas lessmills seperti Bodypump dan RPM. Di Bodypump aku bisa melatih whole muscle mulai dari yang kecil hingga yang besar, selama 50 menit. Its muscle training and also lil bit cardio becouse we use lighter weight and more repeatation. Di RPM selain cardio juga melatih kaki dan perut. Kamu mungkin tidak suka sama angkat-angkat beban lebih suka yoga atau belly dance atau lari atau banyak temen-temenku juga yang nggak kuat latihan RPM dan lebih memilih jenis cardio seperti zumba, cardio dance dan lain sebaginya. Knowing your own body. Saranku sih kalau kita bener-bener baru dan buta, berinvestasilah sedikit dengan menyewa personal trainer yang akan membimbing kita dan ngenalin ke kita tentang anatomi tubuh dengan lebih baik. Selain itu banyak-banyak bertanya dan banyak-banyak baca, browsing internet. Open your eyes, its something new for you, you need guidence and sometimes second opinion. So, be smart!

Pola makan

I know rawfood is good and healthy. But seriously lalapan yang paling aku doyan cuma ketimun sama kemangi. So, aku memilih menumis semua sayur mayur dengan olive oil lil bit salt and paper. Buatku itu sebuah perkembangan signifikan, karena dulu i hate sayur, nggak suka makan sayur kecuali gado-gado. I dont do food combaining, i dont do mayo diet, i dont do no salt no sugar diet. Aku nggak bilang bahwa jenis-jenis diet diatas nggak baik ya, cuma aja aku nggak merasa cocok dengan pola makan seperti itu. yang ada nantinya setelah diet, nafsu makanku makin bertambah. Oh iya, pernah coba diet mayo, dan hari kedua pun langsung nyerah, karena aku jadi lemot banget susah nangkep kalau dosen lagi ngajar. i give up. Untuk protein, Aku makan hampir semua jenis protein, mulai dari telur, ayam, ikan, daging, susu protein dan lain sebagainya. Aku makan sedikit karbohidrat. Ketika sedang menjalankan program weight lost aku nggak makan karbohidrat dalam bentuk nasi, segala jenis nasi. Nggak makan umbi-umbian, nggak makan jagung dan roti-rotian. Aduh nggak makan karbohidrat dong mana tahan.  Oh, maybe you forget that brokoli is also karbohidrat, tomat juga dan masih banyak lagi. Thats why i say, read, listen and learn. Yang aku fokuskan di sini adalah sejauh mana pola makan yang baru ini bisa konsisten aku lakukan.   So, Yang aku lakukan untuk pola makanku  adalah makan teratur 5 kali sehari, bernutrisi seimbang dan mengontrol porsi makan. Nanti dipostingan yang lain aku bakal sharing lebih banyak tentang pola makan. 
Setelah pola latihan dan makan yang bernutrisi tubuh juga butuh istirahat, kasih hak tubuh kita untuk beristirahat. Istirahat yang cukup tidur yang teratur akan membantu metabolisme tubuh kita untuk bekerja lebih maksimal. Intinya ditahap ini kita harus fokus sama diri kita sendiri. banyak sekali mereka yang datang ke tempat fitness merasa terintimidasi sama temen fitness yang lain hanya karena badannya lebih ototan, beban yang diangkat lebih berat, atau progress temen kita yang jauh lebih cepat dari kita. Inti dari knowing your ownself adalah supaya kita bisa jadi versi yang terbaik dari diri kita bukan lebih baik dari orang lain. i have a friend that i know from gym. gosh she is preety cool when we do weight training, she could lift almost half heavier than me. When i lift 8 kilos she lift 12 kilos, but i think i challange myself by dioing my part add lil bit more weight day by day. I am not her and we have different body and also we have different needs. She inspired me not intimidated me. Thats how it works babe. So be ready for next step

3.  Make a List
Supaya lebih bisa mengontrol makan dan latihan kalau ini dirasa perlu kamu bisa buat matriks kegiatan. Jadi kamu bisa buat semacam matriks latihan apa aja yang kamu lakuin hari ini, apa-apa aja yang kamu makan seharian. Kalau aku pribadi ngga sampe segitu, mungkin karena awal di pandu sama personal trainer jadi praktis si PT lah yang punya catatan latihanku. Kalau soal pola makan cukup dengan mengingat dan mengorganisir dalam hati aja hihihi...

4.Wake Up, dress Up, Never Give Up
Wake up! choose your best outfit to workout, girls know this verry well dress up is one of our moodbooster, so do it. And never give up. I am doing it for about half year, still baby step but i keep on going to be healtier, and more fit. Sometimes, i am out of track, but i keep on going and back in track.
Consistency is difficult, healthy lifestyle needs your effort and dedication is a must. So, keep trying, once you loose track start over loose again start over again.  Sekarang aku melihat mereka yang memiliki tubuh ideal dan menjalani pola hidup sehat dengan cara yang berbeda, i respect them, most of them are the coolest person and the humble one.

Sunday, April 26, 2015

COME BACK ON TRACK

Entah kenapa tiba-tiba pagi ini aku bangun dengan rasa kangen nge-blog. Blog ini sepertinya hampir setahun  mati suri, on off on off seperti kegalauan si empunya. Hahaha yeah that’s me, si tukang galau tidak berkesudahan selama dua tahun terakhir. Kalau dilihat-lihat dari postingan awal sampai postingan terakhir, yang sering mampir ke blog ini juga akan menyadari, i have been change from time to time. Dari yang dulunya tukang eksis, social butterfly, kemudian mencoba peruntungan dengan jualan buku yang di-publish indie, terus jadi tukang galau sepanjang jalan kenangan, dan sekarang here i am, stuck disalah satu sudut kedai kopi  putri duyung dan mencoba lagi menulis dengan terbata.
Setahun di bandung sudah semestinyalah aku jadi anak yang lebih kreatif, sudah semestinyalah aku bisa berkarya lebih baik, paling tidak lebih produktif, nyatanya nggak ada sama sekali. Sebuah cerita pendek pun tak ada, puisi-puisi roman pun tak mampir keotakku.  I have to addmit it, selain sibuk ke kampus mengejar gelar master dan jalan-jalan wisata kuliner kesana kemari kerjaanku adalah mengkhawatirkan seseorang diluar sana yang dulu kukira soulmateku. Untuk menuliskan cerita tentang ini, aku butuh 6 bulan. Really, 6 bulan buat sekedar mengakui yeah i have been so in love so naive, then someone breaking my heart, i feel like a dumb treating like a trash at this point.

I learn my lesson


Mungkin terdengarnya naif, ya mungkin memang senaif itulah hidup berlaku padaku, but i really learn my lesson, that no body...no body will respect you until you respect your self put your self as priority in your ‘only one’  life! Aku sedari kecil sudah terbiasa berusaha untuk sesuatu yang kuinginkan, kalau mau sesuatu ya harus usaha dan jangan lupa berdoa, i believe it becouse its always work. And i do this kinda relationship dengan rumus ini. IT DOESN’T WORK!!! Yeah it doesnt work like this i think. Aku lupa, lupa bahwa ada satu hati, satu kepala, satu keinginan yang lain. Bukan hatiku, bukan kepalaku dan bukan keinginan-keinginanku.
Aku sedang tidak kepingin curhat dari A sampai Z perjalanan si galau ini dari jatuh cinta sampai patah hati, aku pun tak mau memaki-maki orang ini panjang lebar di blog, ah senang sekali dia kalau sampai satu tulisan ‘come back on track’  ini jadi sebuah persembahan maki-makian buat dia. No the the hell way, lagian i learn to make a peace with my self and with others too, so no bullying here. aku cuma kepingin bilang bahwa ternyata banyak sekali ya belajarnya dari satu hati yang patah, banyak sekali rasa yang hadir ketika satu hati disakiti, dan banyak sekali ternyata orang-orang yang perduli dan berbaik hati kepadaku saat aku sedang berada dititik paling rendah, sendirian! Literally sendirian di tanah orang, dan ketika itu kondisi mama sedang tidak baik. Benar ketika Ali bin Abi Thalib berkata, aku baru akan menghitung temanku ketika aku tertimpa musibah.
Can you imagine, when your heart in pain, your mom having serious heart problem, saat itu aku merasa tubuh, hati dan pikiran seperti jalan masing-masing. Dengan tekad kuat saat itu aku bicara pada diri sendiri. Kali ini i am no drama queen. Enough is enough!  During hard time, i remember one of my best friend saying this.
“kamu punya kaca kan, ngaca ma, berkaca hitung satu persatu kelebihan-kelebihan kamu, and you deserve better.”
Kira-kira begitu inti dari wejangannya, sampai suatu pagi aku bangun dengan mata yang bengkak bukan karena nangis, terus terang saja mungkin aku sudah bosan menangis setelah hari itu pertahanan luluh lantah, i feel pain but tears wont come down, tapi karena kurang tidur selama dua minggu. I look my self in the mirror, and...thats my rutning point. Saat itu aku berkata pada diri sendiri
“gila ya rahma sebenernya you are absolutly gorgeous, kalau dia dzolim sama kamu itu bukan urusanmu, biar itu jadi urusannya dengan Tuhan, tapi kamu dzolim sama diri sendiri kalau masih berada ditempat yang sama, membiarkan jiwa, raga, pikiran habis untuk membenci, mengutuk, merasa sakit dan marah memakanmu sampai ketulang rusuk.”
Waktu ngomong sama diri sendiri dikaca saat itu, i think its pretty cool. Hahahaha kalau diinget-inget sekarang, ya ampun tengil banget sih rahma, sempet-sempetnya bilang sama diri sendiri gorgeous. But hey, ternyata ampuh. Sejak saat itu aku memutuskan untuk start dari awal, memungut hal-hal penting seperti prioritas, perhatian, kasih sayang, waktu, dan tenaga yang dulunya kuberikan kepada orang lain yang semestinya kujaga sendiri. Untuk orang lain mungkin hal-hal itu bukan sesuatu yang penting sehingga dengan gampang mereka buang begitu saja, tapi buatku thats the only thing  i have and i should take care of it.
6 bulan terakhir kuhabiskan untuk belajar menghargai diri sendiri lahir dan batin. Mulai lebih concern dengan pola hidup yang harusnya lebih sehat, i turn 28 this year and i wanna be the person that proud with herself when she’s  getting older, being healthy and happy. Mulai belajar membuat priority list setelah 28 tahun nggak pernah tau what excatly my priority is. Mulai belajar jadi manusia yang more tolerant and less judgemental. Dan yang paling penting, belajar bersyukur disaat-saat sempit.
Ehm....i am releave now. Selalu merasa seperti ini setelah menulis. I hope this is a good start in new age :p kalau boleh mengutip penulis kesukaanku, aku ingin mengutip kalimat Dewi Lestari bahwa menulis adalah perjalanan menemukan jati diri. Ketika menulis merupakan sebuah perjalanan, maka menulis adalah sebuah proses yang selalu aku nikmati seumur hidup. Menulis adalah membingkai perjalanan hidupku agar nanti dapat kuresapi lagi  berbagai rasa itu sewaktu aku membacanya. Agar orang lain pun dapat memaknai perjalanan yang kutulis ini, bukan untuk membuat mereka mengerti tapi cukup untuk membuat mereka menyadari bahwa aku ada dan bercerita.

Saturday, May 17, 2014

I AM A BAD WRITTER


Saya suka menulis. 
Menulis adalah satu-satunya hal yang saya senangi sejak kecil.
Menulis buat saya sebuah proses menemukan jati diri, proses yang terlalu intim untuk dibagi.
Bagi orang lain proses itu bisa jadi berbentuk melukis, mengaransemen musik, menari, berlari, meditasi, atau bahkan sekedar duduk dengan segelas menuman kesukaan dan menghisap nikotin dalam-dalam.
Intinya semua adalah pilihan yang kita pilih sendiri, sebuah intimasi yang bahkan kadang saya sulit jelaskan.
Malam ini saya hanya memilih duduk diam, memandang langit bandung yang kiat pekat, dan dinginnya yang menusuk hingga tulang rusuk.
Sungguh baru hitungan bulan saya ada di sini, tapi Tuhan memberi saya begitu banyak hal yang makin hari makin membuat saya bertanya-tanya, bertanya pada diri sendiri tentang banyak hal, tentang banyak keputusan yang akhir-akhir ini saya ambil sendiri.
Saya kemudian berpikir, hidup itu hampir mirip dengan proses menulis.
Tidak ada satu orang pun yang menyuruh saya menyukai menulis.
Saya juga bukan seorang penulis kenamaan dengan banyak pernghargaan atau royalti berjuta kopi.
Dan tidak sedikit orang yang tidak suka tulisan saya,  “payah!” begitulah mereka berkata.
Tapi apakah kemudian saya membenci menulis, lalu berhenti menulis?
Sama seperti hidup, kadang kehidupan yang kita jalani tidak sebaik apayang kita bayangkan terlebih lagi seperti yang orang lain harapkan, kadang kita mengambil keputusan-keputusan yang kita sesali dikemudian hari, tapi sungguh itu tidak membuat saya membenci hidup, dan memutuskan untuk berhenti menjalaninya.
Begitupun menulis, saya mungkin payah, saya mungkin bukan penulis briliant penuh bakat, tapi saya tidak pernah berpikir untuk berhenti menulis, saya menikmatinya, saya menikmati prosesnya, saya menikmatinya seperti pecandu menghirup candunya.
Mulailah jujur untuk menjadi diri sendiri, sungguh rasanya nikmat sekali, karena terkadang ada saatnya kita diam dan  membiarkan orang menilai, terkadang penilaian mereka pun tak salah, but hey, i just love my life.
 I love my life, you may think it’s sucks but i think it’s beautiful just the way it is.


Monday, May 5, 2014

a year ago

Tulisan ini ditulis dan dipublikasikan pada 13 April 2013 pada sebuah blog yang tidak terpublikasi secara umum, lebih dari setahun yang lalu, telah banyak hal berubah tapi sungguh tidak untuk hal yang satu ini. jika mereka menilai ini sekedar tulisan roman picisan, kuharap tidak denganmu. lebih dari 365 hari, ini sebuah presistensi, sebuah pembuktian, bahwa aku ada, untukmu.

Punggungmu

Aku selalu menatap pada punggungmu wahai sang petualang.
Jika Nanti perjalananmu sudah sampai pada titik ketika kamu merasa kamu sudah selesai, Maka pulanglah saat itu semoga aku masih ada membukakan pintu untukmu.Serahkan ranselmu yang penuh dengan petualangan dan segala isinya, akan kubersihkan dari debu tapi biarkanlah melapuk, karena itu tandanya ranselmu juga sudah aus menemani petualangamu. bukalah sepatumu, biar aku simpan dan kugantikan alas baru.
Kamu adalah laki-laki, dan bukan lelaki bila kerjanya hanya menanti arus, jika kamu memilih melawan arus dan mencari kemana sebenarnya tujuanmu maka aku relakan, kubiarkan kau berpetualang, dulu aku berharap disertakan dalam setiap petualanganmu, namun kamu tidak pernah memberiku pilihan untuk ikut serta. Aku akan kuat, karena aku percaya bahwa Tuhan akan mempertemukan apa yang memang seharusnya bertemu, kita telah dipertemukan kembali lalu dipisahkan dengan cara ini aku tidak pernah memilih cara ini, ini pilihanmu tapi tak apa. Aku berusaha merelakan.
Aku hanya bisa menatap punggungmu, punggung yang aku harap dapat kusandari nanti, yang kuharap bisa kuusap saat petualanganmu sudah bermuara di depan pintuku. Punggung yang aku harap berbalik dan menoleh dengan seulas senyum tulus, suatu hari ini.

Monday, April 1, 2013

# Madre

Akhirnya, bisa juga nonton film Madre. HORE!!

Sudah tiga karya Dee yang diangkat kelayar lebar, Perahu kertas, Rectoverso, dan Madre.
Saya selalu punya ekspektasi sendiri melihat karya-karya Dee ditrasformasikan ke dalam bentuk visual. Selalu penasaran, karena sejujurnya saya adalah pengagum tulisannya. Seperti Perahu Kertas dan rectoverso,   dalam benak saya Madre pun sudah saya visualisasikan sendiri.

Madre dalam benak saya adalah sebuah cerita tentang 'menemukan jati diri' diperkaya dengan latar cerita yang tidak biasa mengenai artisan (pembuat roti secara manual), dan Madre yang dalam konteks  cerita ini tidak hanya sekedar 'ibu'nya roti Tan De Baker tapi juga 'ibu' dari cerita Madre ini sendiri.

Setelah saya menonton filmnya, menurut saya perubahan setting dari Jakarta Tua, menjadi Braga bukan hal besar dan tidak terlalu merubah essensi cerita. Tapi sungguh saya merasa film ini kurang dapet 'feel'nya.
And i am so sorry, let me being honest. Hal-hal yang membuat saya rada kecewa adalah ketika orang-orang yang menggarap film ini kurang menyampaikan apa itu Madre, sepenting apa Madre bagi seorang Artisan. Bagaimana kehidupan Artisan di zaman Laksmi dan Tan, bagaimana mereka bertemu, membuat koneksi antara tokoh  Tan, Laksmi, Tansen dan Mei benar-benar terjalin. Sungguh saya membayangkan tokoh Tan dan Laksmi tempo dulu itu dihidupkan kembali. Bagaimana tokoh pak Hadi dan teman-temannya muda dahulu divisualkan dengan baik, sehingga ketika mereka berbicara pada setoples Madre, penonton bisa merasakan koneksinya. Madre yang menghidupkan Tan De Baker, Madre yang menjadi sumber penghidupan mereka sejak dulu, dan Madre yang mempertemukan Tansen pada jati dirinya, dan juga pada cintanya, Mei. Saya betul-betul penasaran melihat Braga, khususnya Tan De Baker menjadi benar-benar trendi pada masa itu. Mungkin dengan demikian setoples Madre yang digiring kesana kemari itu bisa benar-benar hidup dan terasa magisnya di mata para penonton film ini, selayaknya saya merasakan betapa spesialnya Madre ini ketika saya membaca bukunya.

Bagi mereka yang sudah membaca bukunya mungkin sudah bisa merasakan betapa pentingnya Madre, mengapa dia begitu spesial. Tapi, bagi mereka yang langsung menonton filmnya, dan belum tau apa itu Madre, film ini hanya seperti film cerita cinta Tansen dan Mei yang berlatar toko roti.

Kesimpulannya buat saya adalah, wajib baca bukunya, baik yang memutuskan menonton filmnya ataupun tidak. Filmnya sendiri lumayan menghibur untuk ditonton di akhir pekan.


Selamat Dua Puluh Tujuh Tahun

Selamat DUA PULUH TUJUH TAHUN !!!! :)

Tengah malamnya sudah lewat. Ada selamat 'dua puluh tujuh tahun' yang seharusnya tiba tepat waktu.
Kembali mundurlah wahai waktu, ada selamat 'dua puluh tujuh tahun' yang kelu kuucapkan karena mungkin kamu sudah jatuh terlelap. Yang seharusnya tiba tepat waktu dengan sejuta rasa yang selalu ada untuknya.
Selamat 'dua puluh tujuh tahun'
Semoga berkah usiamu.
Allah limpahkan kemurahan rizki selalu untukmu.
Sehat selalu jiwa dan ragamu.
Semoga Allah senantiasa menaikkan derajatmu.
Membuka hati kecilmu, melembutkan keras kepalamu,
dan menutupi segala kekuranganmu.
Selamat 'dua puluh tujuh tahun'
:)

Tuesday, March 26, 2013

Lalu Aku Pun Menelan Omongan Sendiri

Hari ini, setelah berpeluh di minggu pagi, demi sebuah tugas negara dengan suhu tubuh yang sudah cukup tinggi, aku memilih menemani perempuan ini 'survey gedung'. Betapa menyenangkan melihat sahabatku ini memilih milih dimana dia dan calon suaminya akan menikah. 
Menikah, yang oleh sahabatku sendiri pun masih seperti mimpi. Oh, ini bukan mimpi sahabatku, ini takdir. Takdirmu dan dia yang dalam sujudmu tak pernah bosan kau sebut namanya, dan kau pinta hatinya pada Allah. 
Aku mengingat, tahun kemarin dalam sebuah obrolan singkat dengan sahabat kita yang satu lagi, dengan kening berkerut-kerut aku dengan rasa bingung yang benar-benar tidakku buat-buat, aku bertanya padanya. 
"Pie, aku beneran bingung, heran, capek nggak sih si Mbak ngegalauin kakak selama ini, sampai-sampai si Mbak tau persis sudah genap 365 hari dia menggalau dan menunggu. capek nggak sih pie, aku yang ngeliatnya aja capek."

Sungguh sahabatku, jujur saja, saat itu apa yang kamu lakukan tidak pernah masuk dalam akal sehatku. Sudahlah, get a live, move on! lanjutkan hidupmu, jangan sia-siakan waktumu untuk orang yang bahkan menurutku sudah menyia-nyiakanmu dengan memilih mundur. Rekorku saat itu adalah menangis dua hari dua malam karena putus cinta, hari ketiga aku sudah tidak mampu menangis karena sudah tak merasa apa-apa. dua bulan kemudian i am officialy move on. well, move on memang tak harus ditandai dengan hubungan baru. Hanya kamu yang tau 'tanda' move kamu itu apa. Jadi apa yang kamu lakukan sungguh membuatku merasa capek, tidakkah kau capek mbak?

Hari ini kita duduk berhadapan dengan secangkir kopi dihadapanmu dan segelas yogurt dihadapanku setelah melihat gedung yang akan mejadi tempatmu menikah nanti.

Hari ini aku seperti menelan omonganku sendiri. Sekarang aku tau kenapa kamu bisa menunggu dan bertahan selama itu. Aku merasakannya juga sahabat. Aku tau betapa sakitnya, ketika kita lelah namun tak mampu berhenti. Ketika kita sakit, namun tak berhenti merasa cinta. Merasa tak tenang sepanjang waktu, dan hanya ketika kening, hidung, dan tempurung lutut sejajar kita merasa aman, merasa tenang, merasa punya harapan untuk bisa melangkah tegar esok hari. 

Sahabat, aku bercermin dari apa yang kau alami, walau mungkin jalan hidup kita tidak sama, satu hal yang aku yakini, Allah akan memberi jalan bagi kita yang meminta jalan. Melihatmu hari ini, aku seperti punya semangat dan harapan untuk masa depan yang bahagia sepertimu.

Monday, February 4, 2013

MENOLEH SAJA

Besok itu hari penting buat Kamu.
Tentu saja aku senang bukan kepalang, tapi tak begini seharusnya.
Aku merasa ini tidak adil buatku.
Aku ingin mengucapkan kegembiraan ini dengan lantang.
Tak apalah doa aku saja ya mengiring Kamu besok :) 
Semoga kamu bahagia dengan semua maumu
dan Semoga aku pun bahagia melihat kamu melakukan apa maumu.
Hati-hati, jika sudah lelah berpeluh, menoleh saja, aku ada :)

Monday, December 17, 2012

5 CM MUST READ OR MUST WATCH???






5 CM as a Novel

5 CM adalah novel karya Donny Dhirgantoro yang pertama kali gue baca pada tahun 2005,  cetakan pertama. Waktu itu umur gue masih 18 tahun, masih remaja gituu hehehe. Kesan gue pertama kali saat membaca buku itu 7 tahun yang lalu adalah Inspiratif. Apalagi waktu itu gue masih berstatus mahasiswa baru, dengan segudang idealisme dan cita-cita. Di masa itu gue memandang buku ini sebagai salah satu referensi buku yang mesti lo baca sebagai mahasiswa.
Setelah membaca bukunya,  menurut gue buku ini bercerita tentang persahabatan, impian, dan idealisme yang dibalut dengan romansa cinta yang proporsional, tidak berlebihan sehingga tidak mengaburkan esensi cerita. Kalau boleh gue bilang, buku ini merupakan hasil pemikiran dan bentuk idealisme Donny Dhirgantoro yang dia 'peta'kan ke dalam masing-masing karakter.  Mulai dari lirik-lirik lagu, kemudian kutipan-kutipan dari buku dan buah pemikiran si penulis sendiri yang menurut gue dibahasakan dengan terlalu berat pada karakter yang nyantai dan terkesan tengil. Walaupun begitu tetep aja, setelah menamatkan lembar terakhir, buku ini sukses membuat gue mewek karena terharu, dan bikin mata gue terbuka akan sebuah pemikiran nasionalis  yang 'soul'nya sangat anak muda.

 Membaca buku 5 cm sekarang (2012) di saat umur gue udah seperempat abad, buku ini tetep asik dibaca, walau ada beberapa model candaan di dalam buku ini yang dulu terkesan lucu, sekarang jadi terkesan basi, but anyway is just my personal opinion ya guys. Tapi semangat nasionalisme, dan cinta tanah air yang ditekankan oleh buku ini tidak lekang oleh waktu, karena media yang ditawarkan oleh Dony untuk menceritakan kisah ini adalah alam Indonesia yang luar biasa indah. Donny mengisahkan betapa indahnya Mahameru, puncak tertinggi di pulau jawa. Siapa pun akan tergetar hatinya, terlebih lagi kalau si pembaca sudah pernah mendaki Mahameru, dan mengibarkan merah putih di puncaknya. jadi menurut gue, kalian mesti baca bukunya sebelum nonton filmnya. 5 CM novel is a must READ!

5 CM as a Movie
Ketika mendengar kabar bahwa 5 cm akan segera dibikin filmnya, gue exciting! soalnya novel ini termasuk novel favorit gue. Yang jelas siapa yang akan memerankan siapa itu yang bikin gue penasaran banget. 
12 12 12 dipilih sebagai premier film 5 cm di seluruh Indonesia, di surtadarai oleh Rizal Mantovani dan cast 5 sekawan diperankan Genta (Fedi Nuril), Zafran (Herjunot Ali), Ian (Igor Saykoji), Arial (Deny Sumargo), Rianti (Raline Syah), dan Dinda (Pevita Pierce). Hal-hal menarik dari film ini adalah film ini dikemas dengan kekonyolan-kekonyolan khas anak muda yang ringan. Kemudian mata kita akan disuguhi pemandangan indah Mahameru.
Terus terang nonton film ini bersama teman-teman backpacker membuat gue kangen Malang. Gue kangen naik Matarmaja 18 jam, makan pecel di dalam kreta, melihat pemandangan tanah Jawan dari jendela kereta, naik angkot ke homestay, naik jeep terbuka, menikmati Savana dan terakhir berhasil membuat gue kepingin mendaki Semeru (racun banget!!!!)
Tapi dengan sangat menyesal gue juga punya beberapa catatan tentang 5 cm the movie yang kurang sreg di hati gue.
  • Misscasting   : Zafran itu memang tengil, tapi secara fisik dia digambarkan hitam manis, gue rasa Junot kurang pas. Kemudian Riani, woowww Raline Shah terlalu bule untuk sosok Riani yang digambarkan Donny dalam novelnya dengan sangat Indonesia. 
  • Lebay          : Film memang selayaknya dapat menghibur, tapi film yang baik menurut gue juga harus memperhatikan rasionalitas. Apakah mungkin mendaki gunung dengan rambut terurai indah, tanpa penutup kepala, tanpa masker? Sisi Artistik memang wajib ditonjolkan, tapi lebih baik kalau filmnya terlihat nyata dan membumi.
  • Durasi     : Durasi film ini terlalu singkat ada hal-hal penting dalam bukunya yang tidak tertangkap kamera, alurnya di switching dengan mendadak sehingga terkesan maksa.
Oh iya, ada satu hal lagi yang semestinya sama-sama kita garis bawahi. 5 cm ini cerita tentang Persahabatan dan memang bukan tentang pendakian Semeru, jadi rasanya kurang fair kalau dinilai dari segi teknis pendakiannya saja. Seumpama minum air, pendakian itu  sebagai cawan saja yang digunakan Penulis untuk memperkaya cerita 5 cm ini. Bukan hanya masalah Gunung Semeru, tapi lebih kepada kecintaan kita dan kedekatan kita dengan alam Indonesia.
Sekai lagi buku 5 cm wajib kamu baca dan jadi koleksi bukumu. Sedangkan Filmnya menurut gue cukup menghibur dan enak ditonton di akhir pekan.

Wednesday, November 28, 2012

ULLEN SENTALU (Cool Museum with Warm Drink)



Finally!!! akhirnya gue sampe Jogja, setelah mejelajahi Bromo, gue mampir ke Jogja sebelum pulang kembali ke Jakarta. Perjalanan gue di Jogja terbilang singkat, 2 hari saja. Kata temen gue sih, di Jogja 2 hari ya nggak puas. Ehmmm iya sih, banyak tempat wisata yang gue lewatkan, dont worry i will come to jogja again, soon! :D
Destinasi pertama gue di Jogja adalah Museum Ullen Sentalu. Museum ini merupakan Museum yang dikelola oleh pribadi(swasta) bukan oleh pemerintah setempat. Ullen Sentalu, sudah banyak direkomendasi oleh saudara dan teman-teman gue sebagai Objek wisata yang wajib dikunjungi ketika berada di Jogja. 
Karena ini kali pertama gue menginjakan kaki di Jogja, maka gue memutuskan untuk meminta bantuan sahabat lama gue yang sekarang berdomisili di Jogja.Danang! beruntung banget Danang bisa nganterin gue ke Ullen Sentalu hari itu. Ternyata Jogja merupakan kota wisata yang minim transportasi umum. Contohnya saja, untuk mencapai Museum Ullen Sentalu yang berada di Kaliurang, yaitu daerah Utara kota Jogja, hanya ada angkot L300 yang lamaaaaaaaa banget jalannya. ditambah lagi, angkot itu tidak masuk persis ke area Museum. Once again, thanks God for make this trip easy for us ;) 


COOLEST MUSEUM
Ullen Sentalu, pertama kali melihat museum ini, yang tampak dari luar adalah aura mistis yang kental, ditutupi oleh dedaunan dan pohon rindang yang besar-besar dengan akar pohon yang menjuntai-juntai hingga ke lantai membuat kesan bangunan ini sudah berdiri berabad-abad lalu. Di depan pintu masuk terdapat loket pembelian karcis seharga Rp.25.000,- saja untuk dewasa. Lumayan mahal untuk ukuran Museum, tapi worthed ketika kalian sudah melihat isi dalam Museum ini, perawatan yang harus mereka lakukan, kenyamanan selama berada di Museum dan yang paling penting ilmu pengetahuan yang kita dapat tentang kebudayaan Jawa Tengah. 
Setelah menunggu sekitar 10 menit, akhirnya tourguide kami tiba. Gue, Selfi, Danang dan dua pasangan lain tergabung dalam satu rombongan. Tourguide kami, seorang wanita muda asli Jogja, mengingatkan kami supaya jangan terpisah dari rombongan. Awalnya, gue berpikir, seberapa besarkah Museum ini sampai kita bisa tersesat di dalamnya. Ternyata, bukan soal seberapa luasnya museum ini melainkan seberapa rumit Museum Ullen sentalu ini dibangun. Museum ini menurut gue terdiri dari kumpulan-kumpulan labirin yang dapat membuat pengunjung yang baru pertama kali berkunjung jadi bingung. satu hal lagi yang selalu diingatkan ketika berada dalam museum ini, tidak boleh mengambil foto dan menyentuh koleksi museum.

Museum ini menyimpan koleksi berbagai lukisan, hingga lukisan tiga dimensi yang membawa aura mistis, bagaimana tidak, ketika sebuah lukisan akan terus menatap kita dari sudut manapun, dalam ruangan temaram. Ada berbagai macam arca yang juga disimpan disini, tourguide yang menemani kami pun selalu welcome dengan berbagai pertanyaan yang kami ajukan, terlebih lagi mereka menjelaskan dengan detail arti dari sebuah karya seni.
Gue paling terkesan dengan ruangan yang penuh berisikan koleksi-koleksi tulisan putri kraton yang pandai menulis. Diksi dari puisinya menarik, galaunya 'pas'. Gue lupa-lupa inget namanya siapa, takut salah, mending langsung aja yuk main ke Museum Ullen Sentalu :)
setelah berputar-putar mengelilingi ruangan demi ruangan, kami kemudian diajak kesebuah ruangan untuk minum ramuan awet muda, yang hangat. Resepnya rahasia, begitulah kata tourguide kami. Setelah beristirahat barulah kami di izinkan untuk untuk berfoto di bagian luar.

ini bukan di Bali ini Ullen Sentalu :) 


coba tebak dimana patung ini diletakan? ehmm bukan dipintu utama, melainkan exit area, tepat disamping toilet. How cool!!

duduk-duduk santai sambil minum ramuan awet muda 



taman belakangnya cantik 



Spooky but cool!
:) 


Exit door ;) 

Sunday, November 25, 2012

NULIS YUK....(Workshop nulis oleh Tulis Nusantara, Nulisbuku.com dan Plotpoint)


Setelah getaway longweekend ke Bromo dan Jogja seminggu yang lalu, gue merasa selama seminggu jadi mahluk unsosmed. Bukan karena out of service area juga jadi gak in touch sama social media, cuma memang memilih buat socialize and humanise my self dengan lingkungan kanan kiri, beneran make a friend, ketemu sama orangnya langsung, skin on skin gitu :).  Tapi tiba-tiba @ridoarbain mention gue di twitter, menawarkan ke gue buat ikutan workshop nulis yang diadakan @tulisnusantara, bekerjasama dengan @nulisbuku dan juga @_plotpoint. Tawaran itu datang  2 hari sebelum acara. Mendengar tawaran workshop nulis ini gue seneng banget. Apalagi buat penulis pemula kayak gue, yang mood-nya kadang naik turun, yang perlu suplement biar tulisannya makin bergizi. Kalau ditanya mau aja apa mau banget, gue jawab mau banget lah! Tapi masalahnya tanggal 25 Nopember itu juga merupakan hari besar buat @hijabers_plg yang ngadain acara 1st aniversary, and i am in charge. Untungnya jam berlangsungnya acara nggak tabrakan, jadilah gue memberanikan diri buat daftar. Eh tapi ternyata proses pendaftaranya agak dramatis hahahaha....Gue harus e-mail dulu, mesti nunggu balesan e-mail dan konfirmasi ulang melalui sms ke nomor yang sudah tertera di e-mail konfirmasi tadi, dan tinggal tunggu sms balesan. Kenapa bisa dramatis, ya karena gue baru daftar 2 hari sebelum hari H dengan proses yang lumayan berbelit dan pastinya bukan gue sendiri dong yang mau ikutan hehe... Tapi, akhirnya karena mbak @lia3x baik hati, jadilah saya disuruh datang aja langsung dan Alhamdulillah ya boleh masuk :P

Jeng-jeng!!!! hari minggu tanggal 25 Nopember 2012 tiba juga. Gue bangun lumayan pagi, soalnya harus kerumah temen gue dulu, dan dimulailah ke'rempongan' gue hari itu. Setelah  ngetok rumah orang minggu pagi dan berhasil ngerecokin temen gue, akhirnya gue sampai juga di tempat acara Workshop Nulis ini 30 menit sebelum acara mulai, dan ternyata sudah lumayan ramai.

Honestly, gue kangen banget sama temen-temen dari @NBCPalembang, udah lama 'sok sibuk' dan udah dua kali gathering absen makanya gue bela-belain buat hadir. Kenapa gue bisa kangen banget ya? mungkin karena gue rindu aura kumpul bareng passionate writer yang humble, yang asik, yang seru, yang apa adanya, yang lucu, rindu ngerumpi random sama mereka, dan bagi-bagi cerita. Ehmm i just feel so hommie. Bertemu mereka hari itu kayak obat kangen, makin seru lagi karena kali ini ada bang @Byotenega (salah satu foundernya nulisbuku.com, where i publish my first book) ada mbak @febyindirani penulis dan juga produser acara berita di Kompas TV, dan ada mbak @ginasnoer dari @_plotpoint yang juga seorang editor. Lengkaplah mentor hari itu :).

MEET FEBY INDIRANI

Pertama kali bertemu mbak Feby ini, gue merasa nggak asing sama mukanya, sering gue lihat dimana gitu, tapi lupa :P Setelah ngobrol-ngobrol sebentar gue bisa ngerasain bahwa seorang Feby Indirani ini adalah sosok yang ramah, ceria, suka ngobrol, dan penyimak yang baik. Well, gue rasa semua penulis yang baik memiliki kemampuan menyimak dan menyerap informasi dari hal-hal kecil sekali pun, sama seperti mbak Feby ini bahkan seorang Febri yang tidak lahir dibulan Februari pun membuat dia tertarik. Ouh iya, dan akhirnya gue inget dimana gue pernah liat mbak Feby ini. Gue sering lihat dia di TV hehehehe.... (jangan timpuk gue ya :)) ) .
Terakhir gue pernah nonton wawancara bersama mbak Feby Indirani di acara 'eight-eleven' Metro TV untuk novel terbarunya yang berjudul Clara's Medal. Gue juga sedikit heran kenapa juga gue sampai inget banget buku Clara's Medal ini padahal belum pernah baca, mungkin karena ide ceritanya yang unik dan buat gue juga tidak mudah buat di eksplore tapi Feby Indirani bisa buat buku setebel itu. Kagum. Apalagi buat gue yang bikin novel 200 halaman saja pake acara fluktuasi mood :P dan hari itu gue bertekad buat curi ilmunya.

Dalam sesi ngobrol-ngobrol santai bersama mbak Feby Indirani hari itu ada beberapa hal yang gue noted, such as:
  • Setiap penulis itu punya karakteristik menulis masing-masing, jadi semakin banyak buku yang menjadi referensimu semakin baik.
  • Selesaikan Naskahmu. Sejelek apapun naskahmu, setidaknya ada karya yang kamu hasilkan, dan bisa jadi triger buat buku-buku selanjutnya yang lebih baik.
  • Menulis itu niatnya untuk mengisnpirasi, fellowship, penghargaan dan lain sebagainya itu adalah bonus dari kecintaanmu menulis.
MEET GINA S NOER
mbak Gina (white t-shirt)
Kesan pertama kali bertemu mbak Gina ini adalah 'asik'. Dengan pakaian kasual yang terkesan nyantai, mbak Gina juga menyampaikan materi dengan gaya yang ringan tapi berisi, dan langsung praktek nulis dengan membagi peserta  kedalam beberapa kelompok membuat peserta nggak bosen dan antusias. 
Banyak banget hal-hal positif yang gue dapet dari presentasinya mbak Gina soal menulis tapi satu hal yang gue inget betul, ketika mbak gina bilang 
"Haram hukumnya bagi penulis yang hanya punya referensi dari buku doank"
gue rasa mbak Gina benar. kebanyakan dari kita hanya terpaku pada buku sebagai referensi menulis, padahal dimensi cerita itu luas sekali dan tidak hanya dari buku, bisa dari film, lukisan, lagu dan masih banyak lagi. Kita sudah bisa lihat contoh nyatanya, betapa cerita Harry Potter yang berasal dari buku tebal berubah dimensi menjadi bentuk visual (film), bentuk lukisan(poster) dan masih banyak lagi. Gue 100% agree mbak Gina ;) 
Oh iya, anyway mbak Gina I love your shoesssssss.... hahaha(salah fokus) 

Tiga jam yang sangat berkualitas di weekend, semoga Workshop kemarin bisa nambah ilmu buat kita semua. Thank You Tulisnusantara, nulisbuku, dan Plotpoint :) 





Monday, September 17, 2012

WITH MY MIKE






with my "mike" as a Master Ceremony of the 6th NBCPalembang book launch

with my 'mike' during Talk Show with @salsabeella writer, entrepreneur, and founder of Nulisbuku.com and coordinator of nulis buku club palembang @lia3x
with my 'mike' first time speak as a President of Hijabers Palembang
 with my 'mike' as MC for The 61st World Meteorological  Day
with my "mike'" On Radio Talk Show i was as a vise President of Hijabers Palembang

Monday, September 10, 2012

BERI JEDA

Kamu Yakin?

Saya yakin, Yakin itu datangnya dari Allah.

Doa dan ikhtiar itu bagian saya.

Kalau kamu Yakin kenapa takut

.............................................??

Aku takut Kehilangan, itu saja :)

Kalau Kamu Yakin, maka dengarkan aku

BERHENTI!

tidakkah kamu lelah berkejaran.

Saatnya kamu berdoa saja!

Kamu bukan tidak berusaha, sudah saatnya kamu beri JEDA

mungkin sedang berpikir, mungkin takut, mungkin jengah

Sudah saatnya kamu memahami 

Pahamilah diam-nya
Doakan dalam diam 
Kau Harus belajar Bahasa Kalbu
Jika bukan kamu, maka ikhlaskanlah
itu gunanya YAKIN

Ada banyak rasa yang tidak bisa diungkap oleh kata.





Sunday, August 12, 2012

BEAUTY BOLD

Pure Black with Red Lipstick



Shawl and Inner: Kaffah ; Fur Earing: Maze(fx) ; Stud Blazer:ZARA;
t-shirt; Belt; skirt::Brandless shoes: Charles&Keith

Thursday, August 2, 2012

LIVE your LIFE


Who does not know Yuna Zarai, talented young singer from malaysia, I think Yuna is the complete package. melodious voice, good musical talent, and her cool style with hijab.
i was so impres with this song, i play it over and over again.


and i love her personal style



resource: youtube.com
              


Monday, July 2, 2012

Meet MY 'DEE'

1st July 2012
its a cool date.
Finaly i met my dearest favourite Author, my Inspiration, my Role
Dewi 'Dee' Lestari
Author of 8 book
and now all of my book has been signed by Dee
with cool word
to: Rahma (girang)

 this is it!

SO Happy to see her live and her son Keenan

its Me and Dee (dan keenan dibelakang yang ogah di foto) :P
 Keenan nggak mau difoto, mau foto pesawatnya aja (keenan said), and her mom as a Background :P
 Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh (hahhaa Naaa..Kidding its Me, Dee, and my oldest Sister)

Dee Ibunya Diva, Bodhi, Elektra, dan  Zarah (alfa belom lahir :p)